Bluesky, platform media sosial terdesentralisasi yang dibangun berdasarkan protokol AT, telah meluncurkan Attie, aplikasi berbasis AI baru yang dirancang untuk memungkinkan pengguna membuat feed konten yang sangat dipersonalisasi. Pengumuman tersebut, yang disampaikan pada konferensi Atmosfir akhir pekan lalu, menandai langkah signifikan menuju pemfilteran dan kurasi yang dikontrol pengguna dalam lanskap yang semakin didominasi oleh gangguan algoritmik.
Bangkitnya Kustomisasi di Media Sosial
Attie membedakan dirinya sebagai “aplikasi sosial agen pertama di atproto,” yang berarti aplikasi ini menggunakan AI untuk merespons perintah bahasa alami, yang secara efektif mengkodekan feed khusus berdasarkan permintaan pengguna. Daripada memerlukan keahlian teknis, pengguna cukup mendeskripsikan konten yang ingin mereka lihat, dan Attie akan membuat feed yang disesuaikan.
Contoh petunjuknya mencakup “puisi, karya fiksi berdurasi panjang, dan proses menulis dari orang-orang yang saya ikuti” dan “Tunjukkan musik elektronik dan suara eksperimental dari orang-orang di jaringan saya”.
Pendekatan ini secara langsung mengatasi masalah yang berkembang: banyaknya volume konten berkualitas rendah yang dihasilkan oleh AI yang mencemari jaringan sosial utama. Seperti yang diungkapkan oleh CEO Bluesky Jay Graber dalam postingan blognya baru-baru ini, platform tidak secara aktif mengatasi masalah ini, sehingga pengguna kesulitan menemukan informasi yang dapat dipercaya.
Pergeseran Bluesky dalam Kepemimpinan dan Fokus
Peluncuran Attie bertepatan dengan transisi kepemimpinan di Bluesky. Graber mengundurkan diri dari jabatan CEO dan menjadi chief Innovation Officer, yang menandakan adanya pergeseran ke arah pengembangan yang lebih eksperimental. Visi perusahaan tampaknya berpusat pada memberdayakan pengguna dengan alat AI dibandingkan mengandalkan kontrol algoritmik terpusat.
Protokol AT dan Desentralisasi
Landasan Attie dalam protokol AT sangat penting. Sifat protokol yang terbuka memungkinkan fleksibilitas dan keagenan pengguna yang lebih besar, tidak seperti platform taman berdinding di mana algoritme sering kali tidak jelas dan tidak fleksibel. Pergeseran menuju protokol terbuka ini dimaksudkan untuk menempatkan kekuasaan “langsung di tangan pengguna”.
Aplikasi ini saat ini dalam versi beta tertutup, hanya dapat diakses melalui undangan. Bagi yang berminat bisa mengikuti daftar tunggu di website Attie. Pergerakan menuju personalisasi yang didukung AI mewakili tren yang lebih luas di media sosial, di mana pengguna semakin menuntut kontrol lebih besar atas pengalaman digital mereka.
Attie dari Bluesky mewakili solusi menjanjikan untuk memulihkan media sosial dari kekacauan algoritmik, menawarkan gambaran sekilas tentang masa depan di mana AI melayani individu, bukan platform.





















