Databricks, platform analisis data cloud terkemuka, telah berekspansi ke pasar keamanan siber dengan peluncuran Lakewatch, produk keamanan baru yang digerakkan oleh AI. Untuk membangun kemampuan ini, perusahaan secara diam-diam mengakuisisi dua startup, Antimatter dan SiftD.ai, dalam kesepakatan yang dirahasiakan yang diselesaikan masing-masing pada tahun lalu dan minggu ini. Langkah ini menyoroti strategi pertumbuhan agresif Databricks setelah putaran pendanaan $5 miliar baru-baru ini, serta semakin pentingnya mengintegrasikan AI ke dalam infrastruktur keamanan.
Akuisisi: Permainan Strategis
Akuisisi Antimatter, sebuah startup yang didukung oleh New Enterprise Associates, menghadirkan kekayaan intelektual berharga terkait penerapan agen AI yang aman. Teknologi Antimateri berfokus pada pembuatan “data control plane” – sebuah sistem untuk mengelola akses dan melindungi data sensitif saat menggunakan agen AI. Hal ini menunjukkan bahwa Databricks bertujuan untuk mengatasi masalah penting dalam keamanan berbasis AI: memastikan bahwa alat AI yang kuat tidak mengekspos data berharga secara tidak sengaja.
SiftD.ai, sebuah perusahaan yang jauh lebih kecil yang meluncurkan alat kolaborasi interaktif agen-manusia pada bulan November lalu, tampaknya merupakan sebuah “penyewaan”. Salah satu pendiri dan CEO startup ini, Steve Zhang, adalah seorang veteran Splunk, tempat ia mengembangkan Bahasa Pemrosesan Pencarian. Keahliannya kemungkinan besar menjadi kunci untuk mengintegrasikan agen AI ke dalam platform Databricks yang sudah ada.
Lakewatch: Aksi Keamanan yang Didukung AI
Lakewatch memanfaatkan kemampuan penyimpanan data Databricks dan menerapkan agen AI yang didukung oleh Claude Anthropic untuk melakukan tugas Manajemen Informasi dan Peristiwa Keamanan (SIEM) tradisional, seperti deteksi dan investigasi ancaman. Kombinasi analisis data besar-besaran dengan otomatisasi AI dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan daya tanggap keamanan.
Produk ini dimaksudkan untuk bekerja sama dengan analis manusia dan agen AI. Pendekatan notebook interaktif SiftD.ai, mirip dengan Jupyter, kemungkinan menyediakan antarmuka untuk alur kerja kolaboratif ini.
Mengapa Ini Penting
Masuknya Databricks ke dalam bidang keamanan siber menandakan tren yang sedang berkembang: konvergensi analisis data besar dan keamanan yang didukung AI. Solusi SIEM tradisional sering kali kesulitan mengimbangi ancaman modern, sehingga menghasilkan banyak peringatan yang memerlukan tinjauan manual. AI dapat mengotomatiskan sebagian dari proses ini, tetapi hanya jika AI memiliki akses ke data yang benar dan diterapkan dengan aman.
“Integrasi AI ke dalam keamanan bukan hanya tentang otomatisasi; ini tentang memahami sejumlah besar data yang harus dianalisis oleh tim keamanan setiap hari,” kata Andrew Krioukov, yang kini memimpin tim Lakewatch di Databricks.
Akuisisi Antimatter dan SiftD.ai tergolong kecil dalam hal jumlah karyawan (gabungan kurang dari 50 karyawan), namun signifikan secara strategis. Mereka memberi Databricks bakat dan teknologi yang dibutuhkan untuk membangun pijakan yang kredibel di pasar keamanan siber yang kompetitif. Kemampuan perusahaan untuk mengintegrasikan aset-aset ini dengan cepat akan menentukan apakah Lakewatch akan menjadi terobosan baru atau sekadar alat keamanan bertenaga AI.





















