Pengajuan ke pengadilan baru-baru ini mengungkapkan kontradiksi tajam dalam pembenaran Pentagon yang menyebut perusahaan AI Anthropic sebagai risiko keamanan nasional. Meskipun secara terbuka memutuskan hubungan dengan Anthropic karena kekhawatiran mengenai teknologinya, komunikasi internal menunjukkan bahwa Departemen Pertahanan yakin kedua belah pihak “sangat dekat” untuk mencapai kesepakatan hanya beberapa hari sebelum menyelesaikan penunjukan tersebut. Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan apakah tindakan tersebut benar-benar didasarkan pada masalah keamanan atau pengaruh politik.
Temuan Penting dari Deklarasi Pengadilan
Anthropic telah mengajukan pernyataan tersumpah dari dua eksekutif kunci, Sarah Heck (Kepala Kebijakan) dan Thiyagu Ramasamy (Kepala Sektor Publik), yang menentang klaim Pentagon. Pengajuan tersebut, yang diajukan sebelum sidang pengadilan pada tanggal 24 Maret, menegaskan bahwa kasus pemerintah didasarkan pada kesalahpahaman dan tuduhan yang tidak pernah diajukan selama negosiasi sebelumnya.
- Tidak Ada Permintaan untuk Kontrol Operasional: Menurut Heck, Anthropic tidak pernah meminta persetujuan atas operasi militer, sebuah klaim utama dalam pengajuan pemerintah.
- Kekhawatiran yang Belum Diungkapkan: Kekhawatiran Pentagon mengenai kemungkinan Anthropic menonaktifkan atau mengubah teknologinya di tengah operasi tidak dibahas selama negosiasi namun hanya muncul dalam pengajuan pengadilan, sehingga Anthropic tidak punya kesempatan untuk merespons.
- Sinyal Kontradiktif: Sebuah email dari Wakil Menteri Emil Michael kepada CEO Anthropic Dario Amodei pada tanggal 4 Maret menunjukkan bahwa kedua belah pihak hampir sepakat dalam isu-isu utama, meskipun pernyataan publik dari Michael pada hari-hari berikutnya menyangkal adanya negosiasi aktif.
- Keterbatasan Teknis: Ramasamy, pakar penerapan AI untuk pelanggan pemerintah, menyatakan bahwa setelah model AI Anthropic diterapkan di lingkungan yang aman, perusahaan tidak memiliki akses atau kontrol jarak jauh, sehingga membantah klaim “tombol mematikan” atau pintu belakang.
Garis Waktu Acara
Perselisihan ini meningkat pada akhir Februari ketika Presiden Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth secara terbuka mengumumkan berakhirnya hubungan dengan Anthropic setelah perusahaan tersebut menolak penggunaan AI-nya untuk militer tanpa batas. Namun, komunikasi internal menunjukkan narasi yang berbeda. Hanya satu hari setelah Pentagon menyelesaikan penunjukan risiko rantai pasokan terhadap Anthropic, Wakil Menteri Michael mengirim email kepada Amodei untuk mengatakan bahwa kedua belah pihak “sangat dekat” dalam dua isu yang kini dikutip pemerintah sebagai bukti bahwa Anthropic adalah ancaman keamanan nasional: pendiriannya mengenai senjata otonom dan pengawasan massal terhadap orang Amerika.
Implikasi Hukum
Gugatan Anthropic berpendapat bahwa penetapan risiko rantai pasokan – yang pertama kali diterapkan pada perusahaan Amerika – merupakan pembalasan pemerintah atas pandangan publik perusahaan tersebut mengenai keselamatan AI, yang merupakan pelanggaran terhadap Amandemen Pertama. Kasus ini menyoroti meningkatnya ketegangan antara pemerintah dan pengembang AI mengenai kontrol dan pertimbangan etis di bidang kecerdasan buatan yang berkembang pesat.
Tindakan Pentagon menunjukkan kesediaan untuk menggunakan tekanan peraturan untuk memaksa perusahaan AI mematuhi peraturan, sehingga menimbulkan pertanyaan yang lebih luas tentang keseimbangan antara keamanan nasional dan kebebasan berpendapat di era digital.
